Arifin Putra Bangga Menjadi “Profesor Muda”

Saat mengawali karier sebagai penulis pada 2001, Dewi Lestari membuat sebuah novel berjudul Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Tanpa disangka, karya tulis itu laku keras dan melambungkan nama penyanyi itu sebagai salah satu novelis berpotensi Tanah Air.

Kini pada 2014, Soraya Intercine Film mendapat kepercayaan dari Dee, demikian mantan personel RSD itu biasa disebut, untuk mengangkat kisah novel itu dalam bentuk karya visual. Dan rencananya, 11 Desember mendatang film ini akan tayang secara nasional.

Salah satu aktor yang bermain di film ini adalah Arifin Putra. Ditemui beberapa waktu lalu, ia mengatakan merasa sangat terhormat dipercaya bisa main di film ini, sebab saat membaca novelnya ia langsung jatuh cinta.

“Di sini saya berperan sebagai Reuben, seorang anak muda yang cerdas, dan memegang gelar profesor muda. Saya bangga bisa memerankannya,” kata aktor yang menguasai tiga bahasa asing itu.

Ia mengatakan, tokoh ini selalu memandang masalah hidup dalam konteks sains. Menurut dia, segala hal harus bisa dijelaskan secara logika, dan pasti bisa diselesaikan dengan sains. Lalu, pada suatu hari, ia bertemu tokoh Dimas yang yang membuka matanya bahwa di dunia ini ada hal lain yang lebih menarik selain sains, yaitu seni.

“Dua orang ini kemudian menulis buku dengan mengawinkan sudut pandang sains dan sastra. Mereka berdua seperti menemukan cara baru, untuk melihat segala permasalahan di dunia. Buku yang mereka ciptakan berjudul Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh yang kemudian menjadi masalah di film ini,” ujar Arifin memberi bocoran.

Aktor itu menambahkan, ia senang diberi peran Reuben yang seorang penulis, karena dia, aslinya memang suka menulis. Ia sering membuat cerpen, dan beberapa tulisan esainya pernah dimuat di majalah.

“Saya sekarang kontributor juga di sebuah media Jakarta, dan jadi penulis naskah video pendek di production house pribadi yang kelasnya masih kecil-kecilan,” ujarnya.

Film Supernova yang bujet pembuatannya menyentuh angka Rp20 miliar, juga dibintangi Fedi Nuril, Raline Shah, Hamish Daud, dan Paula Verhoeven. (art)

 
 
Posted in Entertainment | Tagged | Leave a comment

“Dia (Lawrence) merasa takut untuk bernyanyi.”

 
Dilansir Daily Mail, Minggu 23 November 2014, salah satu adegan yang paling melekat di ingatan adalah ketika Katniss Everdeen, tokoh yang diperankan Lawrence menyanyikan sebuah lagu band The Lumineers berjudul ‘The Hanging Tree’.

Film layar lebar ‘The Hunger Games: Mockingjay Part 1′ yang belum lama ini diluncurkan di seluruh bioskop di dunia, menyisakan banyak kesan bagi para penggemarnya.

Sontak sejumlah video pun muncul di Youtube berisi penggalan lagu yang dinyanyikan wanita berusia 24 tahun itu.

Banyak yang berpendapat J-Law, sebutan bagi Lawrence memiliki suara yang cukup bagus. Sayangnya, aktris peraih Oscar itu tak berpendapat demikian. Ia, bahkan sempat menangis, saat mengetahui sutradara Mockingjay memintanya untuk bernyanyi.

“Dia (Lawrence) merasa takut untuk bernyanyi. Ia sempat menangis di pagi hari, sebelum mulai merekam suaranya. Ia membenci saya, karena menyuruhnya bernyanyi. Tetapi, dia melakukannya dengan baik,” ujar sang sutradara, Francis Lawrence, dalam sebuah wawancara.

Bintang film ‘Silver Linings Playbook’ itu juga sempat bercerita tentang pengalaman bernyanyinya di film Mockingjay.

Dalam sebuah acara talkshow televisi berjudul ‘The Late Show’ bersama David Letterman, Lawrence mengungkapkan bahwa suaranya saat bernyanyi terdengar seperti suara seekor rusa yang terjebak di dalam pagar.

“Saya tidak suka bernyanyi di depan orang lain. Ini seperti ketakutan terbesar saya. Saya menangis di lokasi syuting hari itu,” ujar mantan kekasih Chris Martin itu.

Lucunya, para pemain Mockingjay lainnya Liam Hemsworth dan Josh Hutcherson juga sempat meledek Lawrence.

Mereka mengatakan, suaranya saat bernyanyi seperti suara anjing yang telah ditabrak truk, atau seperti suara kambing yang berteriak seperti manusia. (asp)

 Sumber : life.viva..
Posted in Clothings - Shoes, Entertainment | Tagged | Leave a comment